Latest Updates

Tampilkan postingan dengan label Kegiatan Pencerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan Pencerah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Januari 2019

Indonesia Sehat, Melalui Jaminan Kesehatan Nasional

0 komentar

Kesehatan adalah sesuatu yang wajib dimiliki oleh seseorang agar bisa berproduktifitas sesuai dengan definisi WHO (World Health Organization) dan menurut UU No.36 Tahun 2009, Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Oleh sebab itu, kesehatan sangat perlu diperhatikan dalam menentukan keadaan suatu negara di masa depan.

Hari Kesehatan Nasional yang ke-54 jatuh pada tanggal 1 Januari 2019. Untuk memeperingati hari tersebut, Menteri Kesehatan mengusung tema “Indonesia Cinta Sehat” dan subtema “JKN”. Dengan peringatan hari kesehatan ini diharapkan semua pihak dapat mempersiapkan tenaga dan fasilitas kesehatan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat indonesia melalui kemudahan akses dan mutu pelayanan kesehatan sehingga tujuan yang diharapkan di tahun 2019 tercapai melalui program ini.



JKN
JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) adalah suatu  program pemerintah untuk memberikan kepastian jaminan kesehatan yang menyeluruh kepada setiap orang yang telah membayar iuran/ iurannya dibayar oleh pemerintah berupa perlindungan dan pemeliharaan kesehatan dasar sehingga masyarakat Indonesia dapat hidup sehat, produktif dan sejahtera. Dalam hal ini, JKN merupakan asuransi kesehatan sosial yang berbeda dengan asuransi komersial. Asuransi kesehatan sosial beranggotakan yang diwajibkan bagi seluruh rakyat indonesia, non profit, dan manfaatnya komprehensif. Sedangkan asuransi kesehatan komersial beranggotakan rakyat secara sukarela, bersifat profit, dan manfaatnya sesuai premi yang dibayar. Contohnya asuransi kecelakaan, asuransi kematian dan lain-lain.

Prinsip dari JKN adalah gotong royong dimana orang sehat memberikan kontribusi kepada yang sakit dan yang sakit dapat manfaat tanpa ada pihak yang merasa dirugikan. Jaminan yang diberikan tidak hanya upaya kesehatan tetapi juga obat dan alat medis yang diperlukan. Iuran dibayar sendiri ke BPJS kesehatan cabang terdekat untuk non pekerja sedangkan untuk pekerja, iuran dibayar oleh perusahaan sebesar 3% dan oleh pekerja sebesar 2%. Non pekerja yaitu investor, penerima pensiun, pemberi kerja, veteran, perintis kemerdekaan dan pekerja yang tidak dinaungi perusahaan. Dan Pekerja yaitu PNS, POLRI, TNI, pegawai swasta dan pekerja yang dinaungi oleh perusahaan.

Penyelenggaraan JKN diatur dalam Peraturan Presiden No.12 Tahun 2013 yang berlandaskan pada falsafah kenegaraan dimana kesehatan merupakan hak asasi manusia dan setiap negara perlu mengembangkan UHC melalui mekanisme asuransi kesehatan sosial untuk menjamin pembiayaan kesehatan yang berkelanjutan yang tertuang dalam “Deklarasi PBB 1948 Pasal 25 Ayat 1 tentang Hak Asasi Manusia dan Resolusi WHO ke 58 tahun 2005 di Jenewa”.

Landasan JKN juga diambil dari UUD 1945 Pasal 28H Ayat 1,2,3 dan Pasal 34 Ayat 1,2,3 yang intinya bahwa setiap orang berhak atas jaminan sosial dan negara bertanggungjawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan serta mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat indonesia. Oleh sebab itu, dengan adanya JKN diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama untuk indikator kesehatan negara yaitu Status gizi, AKI,AKB, Angka Kesakitan, dan UHH(Umur Harapan Hidup) karena Indonesia masih tergolong negara dengan IPM (Indeks Pembangunan Masyarakat) yang rendah.

Bicara tentang indikator kesehatan, AKI(Angka Kematian Ibu) dan AKB(Angka Kematian Bayi) / AKBa(Angka Kematian Balita) di Indonesia meningkat dengan angka diluar perkiraan yang diharapkan. SDKI 2012 (25 September 2013), AKI 359 per 100.000 Kelahiran Hidup, AKB 32 per 1000 Kelahiran Hidup, dan AKBa 40 per 1000 Kelahiran Hidup. Sedangkan SDKI tahun 2007, AKI 228 per 100.000 Kelahiran Hidup, AKB 34 per 1000 Kelahiran Hidup, dan AKBa 44 per 1000 Kelahiran Hidup.

Dari data diatas, penurunan AKI merupakan tantangan terbesar didunia kesehatan. AKB dan AKBa di tahun 2012 menurun namun berbeda dengan AKI yang naik drastis jauh dari harapan yaitu 100. Peran JKN disini sangat diperlukan karena pasien tidak perlu mengeluarkan biaya untuk obat yang diperlukan dan tidak takut ke pelayanan kesehatan dalam upaya preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif. Dengan begitu, Kematian dan kesakitan bisa dicegah.

JKN TERMANFAAT, INDONESIA SEHAT
BPJS yaitu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang terdiri atas BJPS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. BPJS kesehatan adalah badan hukum publik milik negara yang bersifat non profit dan bertanggungjawab kepada presiden. Peserta JKN membayarkan iuran kepada BPJS dan BPJS akan bekerja sama dengan Rumah Sakit Negeri/ Swasta dengan kontrak untuk membayarkan akomodasi yang diperlukan oleh pesertanya. Sehingga bukan upaya pengobatan untuk penyakit jantung atau kecelakaan saja yang ditanggung, tetapi juga upaya pencegahan seperti imunisasi dan pemberantasan penyakit menular. Disamping itu, Perusahaan Asuransi akan bertransformasi seperti PT. Askes menjadi BPJS Kesehatan (diatur dalam UU No.40 Tahun 2004) dan PT. Jamsostek menjadi BPJS Ketenagakerjaan namun PT.Asabri dan PT.Taspen masih dalam proses.

Dengan adanya kebijakan baru ini, maka masyarakat tidak perlu risau lagi untuk ke pelayanan kesehatan. Untuk masyarakat miskin dan catat total tetap, iurannya akan dibayarkan oleh pemerintah karena mereka termasuk Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI) sedangkan Bukan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (non PBI) termasuk dalam kategori pekerja dan non pekerja seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Hal ini dimaksudkan untuk pembiayaan perawatan inap yang berbeda antara PBI dan non PBI namun tetap dengan menggunakan prinsip Indonesia Case Base Group (INA-CBG’s) atau berdasarkan grup penyakit contoh penyakit usus buntu. Pembiayaannya bukan berdasarkan biaya perawatan dan operasi namun total pembiayaan sehingga pelayanan yang diberikan pada pasien pun sesuai standard.

Sistem pembiayaan JKN ini merupakan alternatif cost effective yang mempertimbangkan pelayanan dan fasilitas pengobatan efisien sehingga pemberian obat sesuai dengan keperluan pasien. Peran kader-kader kesehatan sangat penting dalam menganalisis penyakit dan kebijakan yang diambil agar JKN termanfaat dan Indonesia Sehat sesuai dengan visi dibuatnya JKN. Dalam hal ini, secara otomatis akan berimplikasi pada meningkatnya status kesehatan masyarakat baik secara regional maupun nasional.

Selasa, 03 April 2018

“ENGLISH FUN”, METODE KELAS BELAJAR PADA ANAK-ANAK PANGGANGSARI

0 komentar


Menyenangkan saat berbagai ilmu dengan anak-anak yang luar biasa keinginan untuk belajarnya.

         Kegiatan kelas belajar merupakan kegiatan yang rutin dilakukan setiap minggunya. Kelas belajar ini diikuti oleh anak-anak panggangsari yang sangat bersemangat untuk memperlajari tentang bahasa inggiris. Setelah pindah rumah, kegiatan ini jarang dilakukan hingga 2 bulan terakhir. Seminggu, anak-anak belajar dengan pencerah nusantara sebanyak 2 – 3 kali. Kegiatan dibawah ini terakhir kalinya 
Foto terakhir kak Ana bersama anak-anak sekaligus memberikan kenangan buku English Fun untuk Rumah Belajar Panggangsari

      Orangtua anak-anak juga sangat senang dengan kehadiran kami yang datang untuk melaksanakan kelas. Anak-anak yang diajar juga beragam, ada yang masih SD, SMP dan bahkan TK atau belum sekolah. Mereka bersemangat karena melihat temannya yang lain. Materi yang diajarkan juga bermacam yaitu perkenalan dasar, mengenal lingkungan sekitar, menanyakan kabar, mengenal peralatan sekitar mereka. Mereka menerima pelajaran dengan baik dan sebelum pelajaran dimulai, akan dilakukan review pelajaran sebelumnya. 
Anak-anak sedang belajar dengan kak Ina tentang "Fruits"
Aira, belajar mengenal huruf dan belajar menggambar bersama Kak Ana

Anak-anak bermain setelah belajar
Sebelumnya, mereka tidak hanya belajar bahasa inggris, tetapi juga Matematika dan Pelajaran dasar lainnya. Namun, anak-anak ini lebih tertarik dengan bahasa inggris sehingga kita fokus untuk mengajarkan bahasa inggris dengan metode menyenangkan. Metodenya yaitu melihat langsung alam, bermain, bernyanyi, video, mengoreksi temannya, dan lain-lain. 

Kegiatan ini biasa dilakukan sore hari saat anak-anak selesai Mengaji di Musholla Panggangsari. Tetap semangat anak-anak ku, “hafal kaji karena diulang”.  Selalu mengulang materi yang diberikan dan jangan pernah berhenti untuk belajar dan mengajarkan. sayangnya, tidak ada aktor lokal yang meneruskan kegiatan ini sehingga apa yang dipelajari, takutnya bisa lupa. 


“Jadilah seperti air hujan, yang mengaliri sawah untuk memanen padi yang perlu menunggu”
Penulis: S.Sitorus
“Tunjukkan Baktimu, Mulai Aksimu”
#LosariSehat #SayaPencerah #PencerahNusantara #Panglima #Kamibergerak #PN5Cirebon #PuskesmasLosari #Menginspirasi #Berbagi #BahagiaSederhana

Selasa, 06 Maret 2018

SATU HARIAN BERASAMA SANITARIAN PUSKESMAS LOSARI

0 komentar

         
Selasa, 6 Maret 2018
Botol Sample Air PDAM
(Pemeriksaan Mikrobiologi)
Pencerah Nusantara mendampingi sanitarian seharian dalam kegiatannya. Pendampingan ini berkaitan dengan evaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP) Kesehatan Lingkungan. “Mb Rukmi” begitulah panggilan sehari-harinya. Pukul 07.15 WIB, Ibu Rukmi sudah turun ke desa sehingga terkadang sering tidak mengikuti apel pagi karena pengambilan sample berpacu dengan waktu hidupnya Air PDAM.
Titik awal dimulai dari Desa Ambulu. Sebelum pengambilan sample, Ibu Rukmi menyiapkan alat dan bahanya seperti Box, Botol, Kapas Alkohol, Korek Api, Stiker, dan lain-lain.

Selanjutnya perjalanan kami menuju Desa kalisari. Satu sasaran sample tidak menggunakan Air PDAM lagi. Tatangan sejatinya dilapangan sangat berasa seolah sedang melakukan penelitian (Jadi teringat masa kuliah)..

Sample yang telah diambil, lalu diantarkan Ibu Rukmi ke UPT Laboratorium Kesehatan Lingkungan di Jalan Rd.Dewi Sartika No. 126, Sumber, Kabupaten Cirebon.  Terlihat kedekatan anatara pegawai labkesling dengan sanitarian ini membuktikan bahwa koordinasi dan pengantaran sample sudah rutin dilaksanakan. Menaiki ambulance Puskesmas, kami melanjutkan perjalanan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon yang tidak jauh dari lokasi labkesling.
Pengantaran Sample Air dari Sarana PDAM
Di Dinas Kesehatan, Sanitarian melaporkan penggunaan kaporit dan lisol yang telah diberikan minggu lalu karena Salah satu desa wilayah kerja UPT Puskesmas DTP Losari mengalami banjir yaitu Dusun Kepundang, Desa Losari Kidul. Seperti biasa, perbincangan terjadi tentang keadaan kesehatan lingkungan di ruangan tersebut. Sanitarian juga mendapatkan Tawas untuk menjernihkan air yang telah dikasi kaporit karena beberapa warga yang diberi kaporit mengeluhkan air bak mandi menjadi hitam. Hal ini dikarenakan sumber air masih mengandung mineral dan keruh.

Berdiskusi di Ruangan Dinas Lingkungan Hidup
Setelah itu, kita melanjutkan perjalanan ke Dinas Lingkungan Hidup di Jalan Sunan Drajat, Sumber. Sanitarian melakukan diskusi terkait pembuatan TPS 3R (Tempat Pengelolaan Sampah dengan Reduce, Reuse, Recycle). Prinsip ini sudah banyak diterapkan beberapa tempat di Indonesia khususnya di Kabupaten Cirebon seperti di Desa Waled Asem. Prinsip tersebut menjadi solusi untuk menanggulangi sampah dan melakukan pemberdayaan masyarakat melalui sistem pengelolaah sampah terpadu. Sanitarian berencana untuk merekomendasikan sistem tersebut ke Desa Ambulu dan akan dibina dari awal hingga berjalannya sistem tersebut.
Selama ini, pemerintah desa sudah sering mengadakan kerja bakti, namun masalah sampah masih menjadi “PR” bersama.

Berdasarkan penjelasan salah satu staf di Dinas Lingkungan Hidup bahwa Penyelenggaraan TPS 3R merupakan solusi yang efektif dengan melibatkan peran aktif masyarakat dan lebih ramah lingkungan dalam pengelolaannya. Prinsip ini menekankan pada pengurangan, pemanfaatan, dan pengolahan sejak dari sumbernya yaitu Rumah Tangga. Hasil diskusi tersebut, keesokan harinya disampaikan ke pemerintah Desa Ambulu untuk segera ditindak lanjuti karena tumpukan sampah di beberapa titik sudah mulai meresahkan masyarakat karena baunya dan menghalangi lalu lalang masyarkat menuju balongnya.

Foto Rukmi (Sanitarian PKM)
dan Ana (PN5)
Seharian bersama beliau, memberikan banyak inspirasi bahwa ketika kamu mau bergerak, akan ada banyak jalan yang terbuka. Selalu optimis dan pantang menyerah, seperti cita-cita beliau semasa kecil yang ingin menjadi “SUPERWOMAN”…

Penulis: S.Sitorus
“Tunjukkan Baktimu, Mulai Aksimu”
#LosariSehat #SayaPencerah #PencerahNusantara #Panglima #Kamibergerak #PN5Cirebon #PuskesmasLosari #KolaborasiProfesi #Kesling #PenggerakLosari #Ambulu

Kamis, 07 September 2017

LAHIRNYA REAKSI (REMAJA AKTIF LOSARI) YANG BARU

0 komentar
Pembukaan Acara Penyematan REAKSI 
Oleh Kepala Puskesmas Losari
Rabu, 6 September 2017, merupakan Hari Penyematan Anggota REAKSI baru yang diselenggarakan di Aula UPT Puskesmas DTP Losari. Penyematan disaksikan oleh lintas sektor yang hadir (Komite dan Guru Pembina UKS, Perwakilan Polsek, UPT Pendidikan Losari, Ketua MUI Losari, Kepala KUA Losari, P2KB P3A, dan PKK) dan diserahkan oleh Perwakilan Kecamatan (Sekretaris Camat, Pak Widi). Lahirnya Generasi REAKSI KE-2 ini diseleksi melalui proses seleksi yang panjang yaitu Tahap 1 (Seleksi Formulir dan Essay) dan Tahap 2 (Seleksi Wawancara). Hal ini dimaksudkan agar anggota REAKSI yang terpilih bisa menjadi perwakilan sekolahnya dan “BERKOMITMEN” untuk dibina selama 8 bulan.

       Remaja Aktif Losari (REAKSI) merupakan suatu komunitas kesehatan yang anggotanya terdiri dari siswa SMP dan SMA atau Sederajat yang terpilih melalui seleksi dan dinaungi oleh Pihak Kecamatan Losari sebagai Ketua TP UKS tingkat Kecamatan, Sekolah SMP dan SMA di Wilayah Kerja UPT Puskesmas DTP Losari dan UPT Puskesmas DTP Losari. Harapannya bahwa REAKSI dapat menjadi KKR (Kader Kesehatan Remaja), Peer Educator, dan Peer Konselor di sekolahnya masing-masing.
        “Masa Remaja adalah masa transisi dari masa anak-anak sehingga pada masa tersebut, remaja masih labil dan sering terlibat Kenakalan Remaja (Juvenile Deliquency). Tidak heran, ketika sekarang banyak media yang memberitakan tentang tindakan remaja seperti merokok (24,7%), seks bebas (0,5%), perilaku beresiko seks bebas (55,3%), minum-minuman beralkohol, tawuran, dan lain-lain (Survei Tim Pencerah Nusantara IV, 2016)”.
     Oleh karena itu, REAKSI hadir sebagai Gate (Gerbang) untuk Memantau kesehatan remaja, Pusat informasi kesehatan remaja, Menurunkan angka seks pra-nikah, Meningkatkan partisipasi remaja dalam pembangunan kesehatan, Meningkatkan kapasitas remaja losari dalam UKS, dan Menjadikan Remaja yang lebih Produktif.
Anggota REAKSI Sedang Mendengarkan Pembahasan Tujuan REAKSI
“Kegiatan REAKSI ini sangat bagus yang bertujuan sebagai PEER KONSELOR karena Remaja biasanya akan lebih nyaman bercerita dengan teman daripada orangtuanya. Nantinya, Remaja yang sudah dibekali, diharapkan akan memberikan nasehat kepada teman disekitarnya”, tanggapan dari Kepala KUA Losari saat pembahasan Kesepakatan Pelaksaanaan Kegiatan REAKSI.
            
Seluruh rangkaian acara telah dipaparkan, Jadwal dan Pendanaan untuk kegiatan REAKSI dibahas dan akan segera ditindaklanjuti. Pihak Komite dan Pembina Sekolah dan Lintas Sektor lainnya mendukung kegiatan REAKSI ini sesuai dengan perannya masing-masing serta bersedia menjadi narasumber dalam pembinaan anggota REAKSI. Acara tersebut ditutup dengan penandatanganan Nota Kesepakatan dan Salam-salaman dengan Kader-Kader REAKSI.

Foto Bersama Dengan Anggota REAKSI Perwakilan SMA 1 Losari dan MA SGJ
At The End, Jargon REAKSI!!
Jadilah GENERASI MUDA yang BERKUALITAS, SEHAT dan SEJAHTERA serta membawa PERUBAHAN untuk LOSARI

Writer: S.Sitorus

“Tunjukkan Baktimu, Mulai Aksimu”
#LosariSehat #SayaPencerah #PencerahNusantara #REAKSI
#Panglima #Kamibergerak #PN5Cirebon #PuskesmasLosari

Sabtu, 01 Juli 2017

CLOSER WITH PN5 “BIOGRAFI TIM PENCERAH NUSANTARA 5 CIREBON”

0 komentar


Pencerah Nusantara Angkatan 5 (PN 5) berasal dari berbagai wilayah dengan karakter dan budaya yang berbeda. PN 5 ini berfokus pada implementasi program yang sebelumnya telah dianalisis berdasarkan survey yang dilakukan oleh PN4. Program Pencerah Nusantara terbagi atas Kesehatan Ibu dan Anak (Akbino dan KIA Sehati), Gizi (Bika Sergap Sazi), Manajemen Puskesmas (Pendampingan Akreditasi/ PERAK, Pegawai Internal Berkualitas/ PINTAS, Pengawasan Manajemen Obat/ PMO) dan Program pengembangan (REAKSI dan Posyandu Lansia)


Amelia Hidayah
Amelia Hidayah lahir di Lolo, Sumatera Barat, 5 Januari 1994. Amel merupakan alumni Program Studi Gizi FKM UI. Semasa kuliah, ia aktif di kegiatan kampus seperti di BEM FKM UI dan UIAC dan juga memiliki kecintaan terhadap dunia sosial dan penelitian. Menjadi sebuah prestasi bagi Amel ketika hasil kegiatan sosial dan penelitiannya yang berjudul “Public Health Approaches towards Sustainable Development” dipresentasikan di 6th Asia Pasific Conference on Public Health (APCPH). Menurutnya, masalah gizi di Indonesia harus mendapat perhatian serius karena telah mencapai double burden of malnutrition. Menjadi Pencerah Nusantara baginya adalah wujud rasa cintanya terhadap kegiatan sosial, rasa terima kasihnya kepada rakyat yang telah membantu mewujudkan cita-citanya melalui beasiswa Bidikmisi, serta untuk mengaplikasikan ilmu yang didapatnya di bangku kuliah.



Ibnu Wahyu Najatullah
Ibnu, begitu ia biasa disapa, adalah Ners lulusan Universitas Tanjungpura Pontianak tahun 2016. Lahir di Bengkayang, Kalimantan Barat, pada 6 Juni 1993, awalnya Ibnu bercita-cita sebagai guru. Namun, karena keinginan Ibunda yang menginginkan salah satu anaknya berkecimpung di dunia medis, maka Ibnu memutuskan untuk mendalami pendidikan keperawatan. Saat ini, Ibnu percaya bahwa kegiatan kuratif saja tidak cukup untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Mengikuti Pencerah Nusantara menjadi sebuah platform bagi Ibnu untuk memperkuat kegiatan promotif dan preventif agar masyarakat mampu mengakses kesehatan secara mandiri.



Maria Ulfa Nur Hidayanti
Maria lahir di Blora, 28 Agustus 1994. Anak sulung dari dua bersaudara ini adalah bidan lulusan Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga. Selama kuliah, Maria aktif di organisasi kemahasiswaan seperti HIMAWARRY, BEM FK Universitas Airlangga, FORISMA dan IKAMABI. Maria, yang pada dasarnya menyukai tantangan, sangat ingin mengabdikan diri untuk berkontribusi guna meningkatkan status kesehatan masyarakat. Hal ini didasari pengalaman pribadi Maria yang merasa terpanggil setelah melihat betapa beratnya perjuangan seorang bidan dalam menolong proses persalinan. Maria juga melihat sendiri betapa ketimpangan pembangunan membatasi masyarakat untuk mengakses fasilitas kesehatan. Hal ini yang menggerakkannya untuk turut ambil bagian dalam program Pencerah Nusantara. Gadis yang mempunyai hobi membaca novel ini, juga memiliki cita-cita untuk dapat melanjutkan studinya serta dapat menjadi bagian dari pembuat kebijakan kesehatan di negeri ini.

Mifthahul Jannah
Dara Minang kelahiran Payakumbuh, 4 Mei 1991, yang dikenal dengan nama Fina ini adalah dokter umum lulusan Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas. Kecintaannya terhadap dunia sosial terlihat dari berbagai organisasi dan aktivitas yang ia ikuti semasa kuliah seperti BEM FK Unand, SCOPH CIMSA, bakti sosial, sunatan massal dan pembinaan dokter kecil. Penerima beasiswa Karya Salemba Empat ini juga pernah terpilih sebagai Project Officer Asian Community Health Project IFMSA Japan-CIMSA Indonesia dan mengikuti Professional Student Exchange IFMSA ke Carregi Hospital, Italia tahun 2013. Pengalaman internship di salah satu puskesmas di Sumatera Barat membuatnya sadar bahwa permasalahan kesehatan tidak dapat diselesaikan dengan hanya berdiam diri. Dengan mengikuti Pencerah Nusantara, Fina percaya bahwa ia telah mengambil langkah kecil dalam mewujudkan Indonesia yang lebih sehat.

Syafriana Sitorus
Gadis kelahiran Tanjungbalai, Sumatera Utara, 1 Juli 1995 ini adalah Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional dan internasional. Ia dipercaya untuk memegang beberapa proyek penelitian seperti TB CEPAT, HIV, SUFA, PHBS, dan Penyakit Tropis. Baginya, mengikuti Pencerah Nusantara adalah panggilan hati untuk menjadi cahaya yang menerangi bagian kecil Indonesia. Selama ini, tenaga kesehatan hanya berfokus pada wilayah perkotaan dan seringkali tenaga kesehatan bekerja tanpa dukungan infrastruktur yang memadai sehingga esensi 3 pilar kesehatan masih timpang. Setelah menggali pengalaman bersama Pencerah Nusantara, ia berencana untuk bisa belajar lebih mendalam mengenai “Health Management or Public Policy” di Australia. Harapannya, ilmu yang ia miliki bisa diaplikasikan untuk membangun kampung halaman dan Indonesia.


“Jadilah kertas kosong yang bisa ditulisi, sebab ia akan menjadi buku yang akan memberikan cahaya untuk orang lain”..


Penulis: S.Sitorus
Fotografer: Adin Losari
“Tunjukkan Baktimu, Mulai Aksimu”
#LosariSehat #SayaPencerah #PencerahNusantara #Panglima #Kamibergerak #PN5Cirebon #PuskesmasLosari #KolaborasiProfesi

Selasa, 02 Mei 2017

PELATIHAN BERAKHIR, SAATNYA MENJALANI 12 PURNAMA

0 komentar


PELATIHAN BERAKHIR, SAATNYA MENJALANI 12 PURNAMA


Kau bisa patahkan kakiku, tapi tidak mimpi-mimpiku
Kau bisa lumpuhkan tanganku, tapi tidak mimpi-mimpiku
Kau bisa merebut senyumku, tapi sungguh tak akan lama
Kau bisa merobek hatiku, tapi aku tahu apa obatnya
Manusia-manusia kuat, itu kita
Jiwa-jiwa yang kuat, itu kita


Lagu diatas merupakan penyemangat dan pembangit gairah untuk melakukan “sesuatu” demi Indonesia. Berkumpul dengan 50 peserta dari seluruh Indonesia, dipersatukan selama 7 hari masa pelatihan. Suka dan duka kami lewati bersama dan saling mengenal satu sama lain. Profesi yang berbeda-beda justru semakin mengakrabkan kami hingga tiba saatnya untuk perpisahan. Sehari setelah pelantikan tepatnya Hari Rabu, 26 April 2017 penempatan pertama meninggalkan lokasi pelatihan (Museum Listrik dan Energi Terbarukan TMII).
Tim PN5 Cirebon Sedang Berdiskusi dengan CISDI (Sebelum Kepergian)

Sore itu, kami dilepas oleh teman-teman Pencerah Nusantara angkatan 5 (PN5) dan CISDI. Kami ditempatkan di Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon. Berbeda dari tahun sebelumnya, haru tangis mengiringi kepergian kami yang menggunakan ELF (Mobil sewa)  diiringi hujan gerimis seakan ikut merasakan perpisahan pertama dri PN5. Hal ini karena PN4 meminta kami hadir sebelum Hari H karena ada kegiatan SARASEHAN (pertemuan lintas sektor kecamatan losari) di Puskesmas Losari sebagai tuan rumahnya.
Sesampainya di lokasi, kami disambut oleh PN4 dan paginya kami berangkat ke Puskesmas (melewati jalan tikus). Kami disambut hangat oleh seluruh pegawai Puskesmas dan memperkenalkan diri saat apel pagi.
Tim PN5 Cirebon Memperkenalkan Diri at Halaman PKM Losari
Kemudian kami bertemu dengan Kepala Puskesmas (Bapak Hermanto) dan dijamu dengan “Soto Cirebon”. Alhamdulillah. 
Sarapan Pagi, Jamuan dari Pak Kapus
Hari pertama di Puskesmas, kami berkenalan ke seluruh ruangan dan mengikuti kegiatan SARSEHAN. Hari selanjutnya kami juga diajak oleh PN4 Silaturrahmi ke POLRES LOSARI, UPT Pendidikan, Kantor Desa Losari Lor, dan lain-lain. Semua Stakeholders sangat mendukung program-program dari Pencerah Nusantara dan menerima tangan terbuka serta siap untuk melibatkan dan dilibatkan dalam kegiatan-kegaitan selanjutnya. Ini akan menjadi rumah kami untuk setahun kedepan. Semoga tetap semangat dan selalu memberikan yang terbaik untuk Indonesia. **SS

“Tunjukkan Baktimu, Mulai Aksimu”
#LosariSehat
#Panglima
#PN5Cirebon
#PuskesmasLosari


Senin, 30 Mei 2016

MENGENAL LEBIH DEKAT TIM PENCERAH NUSANTARA LOSARI, CIREBON

0 komentar

Losari, 30 Mei 2016. Seperti halnya urusan jodoh yang tidak bisa memilih pun menolak, kami pun dipersatukan tanpa bisa memilih pun menolak dalam sebuah ikatan keluarga baru: Tim Pencerah Nusantara Losari, Cirebon. Dan seperti urusan jodoh pula, siapapun orangnya, kami percaya bahwa ketika takdirnya kami harus bersatu, maka kami adalah kombinasi terbaik. Yaitu kombinasi terbaik  yang bisa diberikan oleh CISDI sebagai perantara tangan Tuhan untuk Puskesmas Losari, tempat di mana kami akan mengabdi setahun ke depan.
Kami terdiri dari 5 orang yang kebetulan berlatar belakang kesehatan semua, yaitu seorang dokter, seorang perawat, seorang bidan, seorang ahli kesehatan masyarakat dan seorang pemerhati kesehatan yang juga berasal dari bidang kesehatan masyarakat pula. 

Mari mengenal lebih dekat anggota kami.

dr. SUJIE PRATIWI 


dr. Sujie Pratiwi, adalah seorang dokter umum lulusan Universitas Syah Kuala Banda Aceh. Perempuan yang akrab dipanggil Sujie dan berdarah Minang ini lahir serta besar di Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Ia yang pada awalnya tidak bercita-cita ingin menjadi dokter dan ingin terjun ke jurusan tehnik, pada akhirnya kini justru ingin mengejar ilmu lebih jauh di dunia kedokteran, dengan keinginan yang kuat untuk bisa menjadi dokter spesialis anak. Sebelum terjun sebagai dokter di Pencerah Nusantara, dr. Sujie pernah menyelesaikan masa internship di Nanga Pinoh, Kalimantan Barat selama 1 tahun. Menjadi salah satu pencerah sebenarnya tidak ada dalam target hidupnya, namun kemudian ia justru jatuh cinta dengan Pencerah Nusantara dan segala sesuatu yang ada di dalamnya setelah ia mengikuti masa pelatihan selama 7 minggu sebelum penerjunan ke penempatan. Baginya, Pencerah Nusantara adalah jalan untuk mengabdikan diri dan ilmunya dalam hal kegiatan promotif dan preventif. Menjadi anggota tertua dari tim Cirebon bukan masalah baginya, sebab ia masih berjiwa muda. Namun demikian, usia tidak bisa berbohong, Mandeh (sapaan akrab lainnya yang berarti Ibu dalam bahasa Minang) selalu bisa memberikan petuah, petunjuk, solusi dan sebangsanya yang cukup bijaksana dengan berbagai pertimbangan logisnya.

ADIL MAHESA, Amd. Kep



Adil Mahesa, Amd. Kep, merupakan leader dari tim ini. Satu-satunya perawat laki-laki di Pencerah Nusantara Batch 4 ini merupakan kelahiran tahun 1995, dan tentu, sudah bisa dipastikan bahwa  Dedek Adil, sapaan akrabnya, masuk ke dalam kelompok dengan usia termuda di angkatan Pencerah Nusantara tahun ini. Adil berasal dari Pontianak, Kalimantan Barat. Lulusan Poltekkes Kemenkes Pontianak ini semasa kuliahnya aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan. Salah satu rahasia umum yang harus diungkap dari Adil, adalah bahwa ia tidak bisa mengucapkan huruf ‘R’ alias cadel. Namun demikian, hal ini justru menjadi kelebihan baginya ketika harus berbicara dalam bahasa Inggris. Yup, it’s become his point plus!

FIRLYA RAHMA ROMISE MSH, S.T. Keb



Firlya Rahma Romise MSH, S.T. Keb atau akrab dipanggil bidan Firly oleh teman-temannya. Perempuan kelahiran tahun 1993 ini merupakan keturunan Jawa yang tumbuh besar di Toili, Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah. Tak heran jika meski tinggal di Sulawesi, ia masih fasih berbahasa Jawa dalam kesehariannya. Hal ini cukup membantu dalam beradaptasi di lokasi penempatan, mengingat bahasa yang digunakan oleh masyarakat di Kecamatan Losari adalah bahasa Jawa, meskipun dengan aksen yang berbeda. Bergabung dengan tim Pencerah Nusantara bukanlah pilihan mudah bagi Firly, sebab sebelumnya ia sudah menjadi pengajar di sebuah sekolah kebidanan di daerahnya setelah lulus dari Poltekkes Kemenkes Gorontalo. Namun demikian, kesempatan untuk bergabung dengan Pencerah Nusantara tidak ingin dilewatkannya begitu saja. Sebab, baginya, bagian terpenting dalam hidup bukanlah untuk menjadi orang hebat, melainkan menjadi bermanfaat.

SOFWATUN NIDA, S.KM


Sofwatun Nida, S.KM atau akrab dipanggil Nida. Lulusan UIN Syarif Hidayatullah ini lahir tahun 1992 ini dan berdarah murni Betawi. Ia bukan merupakan satu-satunya tenaga kesehatan masyarakat di tim ini, namun ini bukan berarti tak menjadikannya istimewa. Ia istimewa, dengan keilmuan epidemiologi yang sudah dipilihnya di semester 4 bangku kuliah dan juga pengalamannya tentang mengurus data survei kuantitatif. Berbekal pengalaman keorganisasian yang cukup mumpuni di bidang sumber daya manusia selama kuliah, ia cukup handal dalam ‘membaca’ orang. Selain itu, ia juga berkepribadian keibuan, yang mana hal ini menjadi salah satu keuntungan bagi anggota tim Cirebon lain saat berbelanja kebutuhan rumah tangga hingga memasak. Oleh karenanya, sudah bisa dipastikan bahwa Nida merupakan pilihan yang tepat untuk dijadikan sebagai bendahara sepanjang hayat dari tim Cirebon.

UMMU NAFISAH, S.KM


Dan terakhir, Ummu Nafisah, S.KM. Perempuan kelahiran 1992 di Kediri, Jawa Timur ini biasa dipanggil Ummu sejak kelas 3 sekolah dasar. Ia mengisi posisi pemerhati kesehatan dalam kombinasi interprofesi tim Cirebon. Berbekal mengambil peminatan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, diharapkan sedikit banyak ilmunya dapat bermanfaat untuk menguatkan manajemen Puskesmas. Ummu merupakan anggota tim yang katanya berekspresi paling datar, sebab ketika ditanya pendapat tentang segala sesuatu sering berkata ‘hmm... biasa saja’. Sedikit klarifikasi darinya tentang hal itu, Ummu memang sering memiliki sudut pandang berbeda dari kebanyakan orang dan tidaklah ekspresif. Namun demikian, dengan kemampuan tersebut, ia justru menjadi anggota yang paling tahan ‘mendengarkan’ orang ketika yang lain sudah bosan dan terkantuk-kantuk. Pendapat dari anggota lain tentang Ummu, adalah bahwa ia rajin sekali membuat catatan dalam berbagai kesempatan. Dari sanalah anggota lain kemudian menunjuknya sebagai sekretaris tim. Meskipun sebenarnya, klarifikasi lagi darinya, hal itu dilakukan karena ia mudah lupa dan menulis adalah salah satu metodenya untuk mengingat. Dapat bergabung dengan tim Pencerah Nusantara adalah sebuah kesempatan baginya untuk menjadi bermanfaat bagi bangsanya sendiri yang selalu ia banggakan.

Dari paparan profil kami di atas, kami terlihat berbeda, tentu saja. Sebuah hal mutlak yang harus kami terima. Mulai dari karakter kepribadian hingga disiplin ilmu. Namun lagi-lagi, seperti kekayaan Indonesia akan perbedaannya, perbedaan memang bukanlah suatu hambatan, melainkan adalah justru sesuatu yang harus dibanggakan. Maka, kami di sini bangga dengan perbedaan yang kami punya, dan akan belajar mengerti satu sama lain hingga sampai pada suatu titik penerimaan yang paripurna (semoga). Satu hal yang harus digaris tebal, yaitu bahwa perbedaan bukan untuk didebat, melainkan untuk saling diberi hormat. Saling mengerti, saling memahami, saling bertoleransi.

Bagaimana? Sudah merasa dekat dengan kami? Bila belum, boleh langsung menghubungi contact person masing-masing saja yaa ;)

Salam sehat dan semangat dari tim Cirebon untuk para sahabat Pencerah Nusantara yang ada di seluruh Indonesia.

Tim Cireboooon, always ON!

Blog Archive